Jogja City Light dari HeHa Sky View – Jogjain2020 #1

By sonyaaa - 10/13/2020 09:21:00 PM

 

Ini kali ketiga saya berkesempatan kembali berkunjung ke Jogjakarta. Kesempatan pertama adalah ketika study tour SMA tahun 2011, lalu ketika mengikuti lomba business plan di UII tahun 2015. Sengaja ambil jatah cuti satu hari untuk perjalanan pulang, saya memilih moda transportasi kereta dengan niat ingin merasakan perjalanan di kereta saat siang. Kemudian saat berangkat ke Jogja nya saya memilih menggunakan bus malam, jadi pulang kerja langsung melakukan perjalanan.

 


Ada yang menarik, ke Jogja kali ini layaknya seperti menginap di kost teman saat weekend dalam beberapa bulan terakhir. Mengapa demikian? Yup karena di Jogja saya punya teman yang baru pindah domisili, jadinya bisa nebeng di rumah kontrakannya, sama seperti nebeng di kost teman baik itu di Jakarta ataupun Bandung. Bisa dibilang bukan seperti holiday trip lagi, tanpa harus rempong pesen-pesen penginapan, hehe.

 

Sebegitu rindunya dengan Jogja, sepanjang perjalanan berangkat hati saya jadi deg-deg-an. Jika kedatangan sebelumnya hanya meraba-raba, namun kali ini saya pastikan bahwa akan mudah mengingat setiap sudut kota yang akan dilewati. Mengingat karena ini bukan holiday trip, saya jadi lebih santai dan menikmati setiap momen.

 

Pagi selepas subuh saya sampai di Terminal Giwangan. Kondisi terminal masih sepi lalu saya berjalan ke arah datangnya bus berharap itu adalah gerbang masuk ataupun gerbang keluar. Ternyata posisi saya sudah benar, sehingga memudahkan saya untuk memberitahukan keberadaan diri kepada teman yang akan menjemput. Tidak sampai setengah jam teman saya akhirnya tiba. Exited sekali rasanya bahwa pada beberapa bulan lalu masih menumpang menginap di kontrakannya di daerah Tangerang, eh sekarang sudah stay di Jogja saja. Everyone moved ya..

 

Rumah teman saya ini di daerah Berbah. Menurutnya destinasi terdekat yang tepat untuk dikunjungi saat malam hari adalah Bukit Bintang. Sontak saya jadi teringat pada 2015 lalu ketika diajak ke bukit ini namun start perjalanan dari tugu : berasa sekali jauhnya. Nah kalo dari Berbah jaraknya sangat dekat disbanding dari tugu. Okelah asalkan bisa cepat sampai, saya ngikut aja (ssst sebenarnya saya kepingin ke Malioboro saat itu, hehe).

 

Motor matic hitam meliuk-liuk mengikuti Wonosari Street. Memori pada tahun 2015 saat melewati jalan ini kembali muncul di kepala saya,  “wah ini jalan yang waktu itu yaa” bisik saya dalam hati. Sungguh saya sangat menikmati pemandangannya, cuaca sedang cukup baik meski tadinya sempat turun hujan kemudian gerimis. Hingga sampailah saya dan teman saya di HeHa Sky View.

 

Kebetulan malam itu adalah sabtu malam alias malam minggu. Parkiran resto ini sudah dipadati kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Namun saya tiba di HeHa pada jam sembilan malam, artinya satu jam lagi tempat ini akan tutup. Niatnya cuma ingin lihat-lihat santai, tanpa duduk untuk santap makanan.

 

Heha Sky View merupakan resto yang berkonsep modern dengan banyak menu makanan minuman pilihan, ada juga yang food stall nya maupun privat table. Selain itu, banyak sekali spot foto yang instagramable. Ohiya, konsep kami berkunjung ke HeHa adalah hunting foto sebenarnya, karena saya bawa mirrorless jadinya teman saya rekomendasikan untuk menangkap view city light nya Jogja dari view resto HeHa. Sejauh mata memandang dan langkah kaki kami berkeliling, fasilitas yang tersedia di HeHa sangat lengkap. Teman pembaca yang membawa family bisa nangkring di Garden Area. Ada juga Sky Glass, Love Box, Reflecting Pool, Bean Bag Area, Live Music, Food Stalls, Heha Garage, Souvenir Shop, Mushalla, Toilet.

 



Kami lebih banyak menghabiskan waktu di spot jembatan yang mana city light view nya lebih clear dibanding spot lainnya. Minusnya, banyak orang yang lalu-lalang di spot ini, jadi harus bersabar ekstra saat motret. Puas melihat kota Jogja dari spot tadi, kami kembali ke arah gerbang utama. Kemudian kami menemukan spot berfoto yang ciamik dekat dengan toilet. Ada batu-batu yang dicat putih dijadikan dinding lalu juga ada hiasan dinding dari kayu yang disusun rapih. Lampu sorot yang terang benderang menambah ciamik spot ini. Jadinya kami ambil foto selfie lumayan banyak disini, haha.

 




Bagi teman pembaca yang baru pertama kali akan mengunjungi HeHa, mungkin ada baiknya berkeliling terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk stay yang agak lama di suatu spot. Tapi tetap yang terbaik adalah spot city light nya. Dikarenakan tidak memesan jajanan apapun, jadinya saya tidak bisa kasih rekomendasi yah, maapkan. Oh iya, jika dilihat-lihat lagi tema resto HeHa ini mirip dengan D’dieuland nya Punclut Bandung, yaitu ada wahana nongkrong santai dan kerlap kerlip lampu-lampu serta city light view nya.

 




Bagi yang ingin membeli oleh-oleh khas Jogja, teman pembaca bisa kunjungi booth nya yang letaknya tepat sekali sebelum pintu keluar HeHa. Ada berbagai macam cenderamata bisa ditemukan di sini. Saya sendiri hanya melihat-lihat sebentar karena HeHa akan segera tutup. Akhirnya saya dan teman kembali ke rumah agak larut, perjalanan kembali terasa lebih cepat ketimbang saat berangkat. Sampai berjumpa di blogspot Jogjain2020 berikutnya.

  • Share:

You Might Also Like

2 silakan tinggalkan komentar ya reader :)

  1. Waaah kangen banget sama Jogja, sekarang rasanya kalau liat update-an Jogja itu bener-bener kagum deh, semuanya cepet banget berubah dan semakin bagus. Dulu waktu kuliah 4 tahun, belum se-instagrammable ini tempat2nya. Meskipun dulu juga sudah banyak sih lokasi2 liburan dan cafe2 estetik dan murah hahaha
    Kapan ya bisa berkunjung ke Jogja lagi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayyy mba tikaa, terima kasih sudah berkunjung,

      Waah kuliah 4 tahun pasti banyak sekali moment nya yaah, enakeun sih di Jogja sama kayak di Bandung,

      Semoga kita bisa kembali kunjungi Jogja.. hehe

      Delete

silakan boleeh komentar yaa