/> Melawan Dampak Perubahan Iklim yang Semakin Nyata : Mulai Dari Diri Sendiri - Today-Dream

Melawan Dampak Perubahan Iklim yang Semakin Nyata : Mulai Dari Diri Sendiri

By today-dream - 4/21/2022 09:57:00 PM

kurangi-perubahan-iklim

 

Yo agak malawan puaso hari ko yo – wah, hari ini berasa ngelawan puasanya ya

Begitulah kira-kira yang terucap ketika kemarin saya melewati hari-hari yang begitu terasa panas menyengat. Padahal posisinya sedang tidak bekerja, alias hari libur, harusnya tidak perlu ngeluh hampir enggak kuat puasa. Jadi ya di hari-hari awal apuasa masih terasa santai karena kebetulan kondisi di kantor adem jadi enggak terlalu ngerasain suhu panas.

Berselancar di dunia twitter ternyata saya temukan topik yang sedang trending, warga twitter mengeluh suhu panas dimana-mana. Ada pula cuitan tentang kondisi di daerahnya sedang panas terik eh tiba-tiba hujan lebat mengguyur. Wah, ternyata bukan saya sendiri yang merasakan yah.

Sebagai anak kost yang tidak memiliki AC, suhu panas ini amat menyiksa. Alih-alih bisa tidur siang dengan nyenyak, saya dan si kucing kesayangan grasak grusuk tidak betah, pindah sana-sini mencari posisi yang adem. Wah, si kucing aja ngerasain betapa panasnya suhu udara sampai-sampai dia ngungsi ke kamar mandi untuk menikmati ademnya lantai kamar mandi. Yha, saya enggak mungkin ikutan pindah juga, hehe.

Kenaikan suhu udara di bumi

Perubahan iklim disebabkan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah komposisi atmosfer global. Komposisi atmosfer yang dimaksud adalah komposisi atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang terdiri dari karbondioksida, metana, nitrogen, dan lainnya yang terkait. Begitu kira-kira penjabaran singkat mengenai definisi perubahan iklim yang dikutip dari portal online ditjenppi.menlhk.go.id. Nah, gas rumah kaca ini sebenarnya sangat penting. Kenapa penting? Fungsi gas rumah kaca adalah untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Namun seiring waktu konsentrasinya makin tinggi. Kemudian panas bumi terperangkap sehingga suhu di bumi meningkat. Itulah yang dinamai dengan pemanasan global. Isu pemanasan global ini sudah lama diperbincangkan. Kayaknya saat SMA saya sudah disuguhi dengan pembahasan ini. Jadi pemanasan global ini sudah lama ada bahkan dari sepuluh tahun lalu. Kebayang dong sekarang udah kayak gimana dampaknya. Ya tepat sekali seperti cerita saya di awal tadi.

grafik-suhu
Grafik data suhu rata-rata tahunan selama 30-tahun (periode 1981-2010). Variasi naik turun suhu setiap tahun menunjukkan adanya variabilitas tahunan suhu. 
(
http://ditjenppi.menlhk.go.id/)

Pengaruh Cuaca Ekstrim Terhadap Perilaku

Dua bulan belakangan kondisi cuaca juga tidak menentu. Seringkali siang hari langit begitu cerah, tiba-tiba sore atau malamnya diguyur hujan disertai petir. Seriusan kucing saya jadi ikut ketakutan saat mendengar suara gemuruh serta petir. Tidak hanya itu, kondisi cuaca makin buruk karena disertai angin yang kencang. Di sudut kamar kost-an yang mungil ini, saya dan si kucing duduk di pojokan saking takutnya karena di luar sedang badai.

Perubahan cuaca yang tidak menentu ini berimbas kepada pengambilan keputusan di dalam hidup. Gaya banget yak, hehe. Pada akhir Bulan Februari lalu saya mudik ke Padang. Berencana menumpang pesawat terbang, saya pikirkan matang-matang pilihan jam keberangkatan mengingat saat itu sering terjadi hujan saat sore hari. Otomatis saya mikir harus ambil penerbangan pagi atau siang, pokoknya jangan sore deh. Nah, tiket penerbangan pagi sudah di tangan. Udah senang karena menginginkan flight tanpa kendala cuaca dengan kondisi hujan. Namun H-1 keberangkatan pihak maskapai menginformasikan bahwa ada re-schedule ke siang hari. Pagi itu saya bersemangat sekali namun sesaat akan naik jemputan online, turun lah hujan dengan begitu deras disertai angin kencang hingga saya tiba di bandara. Wah, agak nyesek saat itu sih, yah mau gimana lagi, cuaca memang kadang suka nge-prank. Jadinya saya berdoa saja semoga penerbangan CGK-PDG lancar.




Saya bisa apa? Kita bisa apa?

Pertanyaan yang to the point aja nih. Fenomena di atas cukup menampar kita ya apalagi saya yang merasakan langsung. Masih banyak lagi fenomena yang menjadi pertanda bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja. Manusia secara individu hanya seperti butiran debu jika dibandingkan dengan luasnya bumi ini. Tapi jangan remeh dulu, justru jika kita lakukan dari hal kecil, bahkan dari diri sendiri pasti sedikit banyaknya akan bantu untuk mengurangi perubahan iklim, ya meski secuil-pun. Lalu apa aja sih yang bisa kita lakukan temen-temen? Simak ya….

  • Mengurangi sampah plastik

Saat ini peniatadaan kantong gresek di supermarket sudah marak, khususnya di Jakarta. Ini bagus. Jadi pembeli harus bawa kantong belanjaan sendiri. Bisa juga dengan membawa wadah sendiri yang bisa digunakan berkali-kali. Meski mungkin beberapa penjual agak “nyinyir” karena belum paham, it's okey. Perlahan kita juga bantu untuk memberikan pemahaman dan penyadaran.

totebag


  • Menghemat penggunaan listrik

Nah yang satu ini agak picky sih. Memilah antara kebutuhan listrik primer dan sekunder. Intinya sih bener-bener harus bisa bedain antara kebutuhan dan keinginan. Layaknya sedang shopping di market, harus pinter bedainnya biar ujung-ujungnya engga kalap. Contohnya apa? Kebutuan listrik primer ya seperti penerangan di rumah di area yang minim cahaya. Tapi ini juga bisa disiasati dengan memilih desain rumah yang memungkinkan penggunaan kaca atau atap bening sehingga pada siang hari pencahayaannya dapat terbantu oleh sinar matahari. Lalu kebutuhan sekunder seperti mengurangi penggunaan listrik dengan aktivitas terkait hiburan. Iya, ada baiknya jangan main game lama-lama. Selain menyita waktu ya menyita kebutuhan listrik juga, hehe. Ada lagi kah contoh lainnya? Boleh banget disebutin di komentar ya hehe.

  • Berkebun mini di balkon

Kegiatan ini amat menyenangkan. Selain memanjakan mata dengan yang hijau-hijau juga menentramkan hati ketika melihat proses bertumbuhnya tanaman yang kita rawat sejak kecil. Lahan hijau di perkotaan memang sudah semakin minim. Salah satu hal kecil yang bisa kita lakukan adalah berkebun mini meski hanya di sepetak kecil balkon. Harapannya semoga dengan tanaman yang tidak banyak itu yaa bisa menghasilkan oksigen yang fresh langsung dari tanamannya. Doain aja jika ada rezeki lebih bisa punya kebun berhektar-hektar lalu tanamlah banyak tanaman, hehe.

 

berkebun-di-balkon

Itu lah beberapa bukti nyata yang penulis lakukan dengan memulai dari diri sendiri untuk mengurangi atau memperlambat perubahan iklim. Masih banyak sih sebenarnya yang ingin dilakukan sebagai bukti nyata ingin ikut andil #UntukmuBumiku. Kita pasti bisa menjadi #TeamUpforImpact. Ayo berbagi idea teman-teman pembaca, apa lagi yang bisa kita lakukan untuk mengurangi perubahan iklim? Siapa tau penulis atau bahkan kita semua bisa bahu-membahu dengan mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri.

sumber referensi:

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/info-iklim/dampak-fenomena-perubahan-iklim

https://www.youtube.com/watch?v=1HW66vLN7_s

https://www.youtube.com/watch?v=jAa58N4Jlos

  • Share:

You Might Also Like

0 silakan tinggalkan komentar ya teman pembaca :)

silakan boleeh komentar yaa