A Great Adventure to Mt. Singgalang

By Sonia - 4/29/2014 11:26:00 PM

Sebenarnya saya memang sangat tertarik untuk mendaki gunung. Tetapi banyak penghambat yang langsung membuat semangat menjadi turun, ya, saya takut ketinggian, saya mudah lelah dengan perjalanan jauh sampai-sampai untuk lari beberapa meter pun sudah ngos-nogosan dan saya juga mudah kedinginan. Gak kebayang aja sih, pastinya saat mendaki gunung harus punya mental dan keberanian yang kuat. Selain itu fisik juga harus fit dan harus terima resiko kedinginan karena memang nantinya di ketinggian sana udaranya akan beda.

Banyak sih pertimbangan lain yang sempat membuat polemik seperti izin dari keluarga. Hmm, gimanaa yaa?? Haha pokok e masalah izin aman-aman aja. Nah, setelah sekian banyak dilema antara pergi atau tidak, dan sempat ada niat untuk mundur karena badan terasa panas dingin mungkin karena saking gak sabarannya hihi, akhirnya saya memutuskan fix to go to Mt Singgalang. Yeaah, let’s make it happen!!!

Nah, sebelum berangkat banyak persiapan ini itu yang sempat buat mumek karena ada beberapa benda yang sulit ”didapat”, dengan berbekal link sana-sini akhirnya komplit! Haha, I ready to go!!
Oh ya, untuk pemula yang benar-benar pemula yang tanpa persiapan fisik apapun seperti saya, tas ransel cukuplah menjadi beban yang “lumayan” berat. Beruntung dan berterimakasih sekali kepada teman-teman yang membantu membawakan barang seperti tenda, konsumsi dan lainnya dengan carrel yang super duper berat itu. Yalah, mereka kan sudah biasa, anak paitua.


It’s begin

Tepat Hari Sabtu, 12 April kira-kira pukul 17.00 WIB pihak Paitua (organisasi mahasiswa pecinta alam teknik Unand) melepas beberapa anggotanya dan beberapa paritisipan-seperti saya untuk berpetualang ria ke Gunung Singgalang. Kami semua berjumlah 19 orang diantaranya 7 perempuan. Ya, perjalanan dimulai. Fighting!
Foto dulu sebelum berangkat 



Gunung Singgalang berada di daerah Padangpanjang hampir mendekati wilayah Bukittinggi. Saya tidak tahu persis dimana lokasinya karena memang baru pertamakali kesana. Butuh perjalanan 3 jam lebih dari Kota Padang ke kaki Gunung Singgalang menggunakan sepeda motor. Ya, demi menikmati perjalanan kami kesana menggunakan sepeda motor. Duh, sebenarnya cemas sih sama teman yang membawa carrel yang super duper berat itu. Tapi Alhamdulillah kami semua selamat sampai di kaki Gunung Singgalang dan kami memutuskan untuk camp di sana karena sudah larut malam, saat itu hampir mendekati tengah malam selain itu tubuh rasanya sudah lelah karena perjalanan yang lumayan tadi.

Pagi menjelang.
Udaranya begitu dingiin, dan katanya jika diatas puncak nanti akan lebih dingin dari ini. Waaaa, gak kebayang, soalnya di kaki gunung begini aja udah kedinginan, susah tidur, malah saya hanya memejamkan mata mencoba untuk bisa terlelap, dan tidak kunjung bisa -_-
Saya memutuskan untuk mengakhiri niat untuk tidur, dan bergegas ke sumber air untuk bersih-bersih, saat itu hampir subuh.

It's so beauty

Subhanallah, sunrise itu ternyata indah, tidak kalah indahnya dengan sunset. Ya subuh itu indah dan kala itu dia bermula dari matahari yang datang dari balik Gunung Merapi. Azan subuh terdengar dari kejauhan, dari segala penjuru wilayah Padangpanjang dan Bukittinggi. Satu persatu lampu-lampu penerang saat tengah malam tadi mulai hilang dan berganti dengan sinaran matahari.

Hari sudah semakin siang, maka kami bersiap untuk the real adventure. Sebelumnya makan dulu lah haha. Yang perempuan tugasnya masak-masak dan yang laki-laki packing tenda dan lainnya.

Bahan menu makan pagi

Mie bakso :')

Bersama Irma

Background Gn. Merapi

Cewek-cewek yang mencoba berani menaklukan Gn. Singgalang haha

Technical Meeting dulu sebelum pendakian

The real adventure

Awalnya badan sempat shock dengan kondisi perjalanan tahap pertama karena sebelumnya memang tidak ada persiapan fisik apapun seperti minimal jogging sebelum hari H. Jalan satu meter ngos-ngosan, jalan satu meter lagi tambah parah. Tapi saya berusaha menguatkan diri untuk bisa, selain itu teman-teman juga menyemangati dengan mengatakan bahwa sebentar lagi akan mencapai tempat istirahat pertama, dan itu akal-akalan mereka saja karena ternyata perjalanan masih panjaaaaaaang. Tapi makasih semangatnya ya temaan :D

Ketika perjalanan pendakian



Kondisi track pendakian tahap pertama kala itu memang berat, pantas saja para pemula pasti langsung shock seperti saya tadi. Akhirnya sampai di tempat istirahat pertama dan semuanya langsung cari AIIIR MANAA AIIIR!!! Haha, beruntung sekali di Gunung Singgalang ini sangat mudah dijumpai sumber air, jadi tidak perlu takut kehausan. Nah, saya pikir track selanjutnya juga separah track pertama, dan ternyata saya salah. Perjalanan pendakian selanjutnya sudah lumayan mudah dari yang tadi. Beruntung sekali ternyata badan sudah menyesuaikan dengan kondisi track, so, I will strong for the next track!!

Kami sempat berhenti di berberapa titik peristirahatan sekedar untuk melepaskan dahaga dan mengisi asupan tenaga untuk perjalanan selanjutnya. Oh ya, ada yang unik selama pendakian itu. Para pendaki harus menyapa “Pak” dan “Buk” untuk para pendaki lainnya ketika berpapasan. Alasannya?? Kita tidak tahu siapa dan darimana asalnya para pendaki yang kebetulan lewat itu, so, maka sapaan tadi dipakai untuk meng-umum-kan sapaan kepada orang lain. Haha, tapi sempat kala itu ada rombongan sispala yang lewat, dan saya harus menyapa dengan sapaan “Pak” dan “Buk”, padahal saya kan lebih tua dari siswa SMA itu -_-

Akhirnya ketakutanku diuji!

Yaaa, pendakian dari tempat camp sebelumnya membutuhkan waktu 4 jam lebih untuk mencapai kaki cadas. Kami sampai di kaki cadas Gunung Singgalang sekitar jam 3 sore dan baru melanjutkan pendakian pukul 4 sore. Kala itu teman-teman kelelahan dan butuh istirahat sebelum menaklukan cadas yang terjal itu.
Ya, saya takut :(
Saya takut ketinggian.
Saya sempat ingin menyerah ketika baru sepertiga pendakian cadas dilewati. Gunung Merapi di seberang sana begitu menyeramkan jika dilihat dari cadas ini. Dia jauh namun besar dan tinggi. Saya merasakan bahwa seakan-akan dia akan menelan saya di cadas ini. Tuhan, terimakasih atas kekuatan ini, saya menaklukan cadas yang mengerikan ini. Ketinggian!! I beat you!! I must proud of it

Teman-teman seperjuangan- saya yang moto 

Muka pucat sebelum menaklukan cadas :3

Finally, ketinggian itu tertaklukan

Welcome to Telaga Dewi

Ya, ternyata hanya ada telaga yang disebut Telaga Dewi di puncak Gunung Singgalang. Apakah saya terkesan sedikit kecewa? Ya, awalnya saya mengira bahwa puncaknya sama seperti puncak Gunung Merapi, dan Telaga Dewi hanya pesona lain yang ditawarkan Gunung Singgalang.  Tapi yasudahlah, toh perjalanan ke Telaga Dewi sangat luar biasa dan saya tetap harus menikmati petualangan ini.
DINGIN!! Udaranya dingin sedingin-dinginnya yang pernah saya rasakan. Bayangkan saja, saya sudah memakai 3 lapis baju dan jaket, but it’s still so cold! Kata Dian “tidak berasa apaapa lagi tubuh ini”. Ya, Dian benar, saya juga tidak merasakan jari-jari kaki dan tangan. Sebegitu dinginnya berasa seperti robot yang geraknya kaku-kaku gitu. Haha.

Telaga Dewi adalah lokasi camp kedua dan terakhir kami. Anehnya, walaupun dinginnya lebih parah daripada di lokasi camp pertama, saya dapat merasakan lelapnya tidur hingga pagi. Mungkin karena faktor lelah luar biasa setelah menaklukan cadas tadi. Alhamdulillah bisa tidur walaupun menggigil kedinginan :)

Nice : Telaga Dewi






 Mt. Singgalang : 2877 Mdpl

The next destination adalah tower di puncak Gunung Singgalang.
Butuh perjalanan kurang dari sejam untuk mencapai tower karena tracknya “lumayan” karena sana-sini banyak lumutnya seperti hutan lumut yang licin. Saya sempat tidak sanggup karena oksigen kian menipis. Ya, saya merasakan sesak napas karena kurangnya asupan oksigen yang efeknya pusing-pusing sedikitlah. But, finally MT. SINGGALANG 2877 MDPL!! Arghhhhh!! Akhirnya saya pernah mencoba merasakan pengalaman mendaki gunung. Huhu, terharuuuuuuu uuuuuuu :3

Foto bersama di 2877 mdpl


Setelah mengambil beberapa momen foto maka kami kembali ke camp. Waktunya untuk packing kepulangan. Sebelumnya sarapan dulu ala anak pendaki hihi.
Oh ya, salah satu tujuan kami mendaki adalah mengabadikan suatu momen keberhasilan anggota HMTI menaklukan Gunung Singgalang dalam rangka hari jadi HMTI yang ke-18. Selamat ulang tahun ya HMTI, tetap jaya :) HIDUP TI.


Dirgahayu HMTI XVIII
HAHA akhirnya turun
Saya tidak ingin membahas panjang lebar mengenai perjalanan pulang karena track yang kami lewati masih tetap sama dengan sebelumnya. Hanya saja, melewati cadas ketika turun jauh lebih mudah dibandingkan ketika naik, padahal sebelum turun cadas merupakan salah satu ketakutan terbesar, terlebih untuk yang perempuan -_-

What was can you take??

Banyak hal yang saya dapatkan dari perjalanan yang luar biasa tersebut.
Saya yang awalnya takut ketinggian, ternyata dia tidak begitu menyeramkan seperti di kepala ini, ketinggian itu hanya masalah mental. Jika kamu yakin kamu bisa, ya kamu benar, kamu pasti bisa.
Saya yang awalnya sangat mudah kedinginan, ternyata dia merupakan bagian yang harus dirasakan. Apakah selamanya kamu ingin tetap hangat?? Atau tetap dingin?? Kita hidup dengan keduanya, dengan panas dan dingin.
Saya, yang men-judge diri sendiri sebagai sesosok yang begitu lemah fisik, ternyata saya bisa menaklukan track seberat itu. Konon katanya track Gn. Singgalang lebih sulit dari yang lain, alias tidak cocok untuk pemula. Nah, saya pemula dan saya bisa mencapai 2877 mdpl itu. Semangat dari teman-teman lah yang memberikan asupan kekuatan. Ya, segala sesuatu itu mudah dan dekat, tak ada yang tak mungkin.

Terimakasih teman-teman seperjuangan yang saling membantu memberikan semangat, mentransfer tenaga dan ide nya untuk melancarkan perjalanan, dan mengulurkan tangan membantu untuk menaklukan ketinggian. :D

Ready for the next journey??
Let’s make it happen!!

  • Share:

You Might Also Like

0 silakan tinggalkan komentar ya reader :)