Hari Kebangkitan Nasional ke-106

By Sonia - 5/13/2014 08:01:00 AM




HARKITNAS?

Ya, kita semua pasti kenal dengan Hari Kebangkitan Nasional yang sering disingkat menjadi Harkitnas, tepatnya jatuh setiap tanggal 20 Mei. Kebangkitan nasional merupakan bangkitnya semangat nasionalisme kebangsaan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang artinya lepas dari penjajahan. Sedangkan Hari Kebangkitan Nasional adalah suatu momen bagi kita-generasi penerus-untuk me-review kembali apa-apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu untuk kemerdekaan Indonesia dan tentunya terus melanjutkan perjuangan itu sendiri.

Mengenai latar belakang adanya Harkitnas, sempat saya lontarkan pertanyaan kepada salah satu teman terdekat tentang Budi Utomo, yang mana merupakan salah satu hal yang sangat erat kaitannya dengan kebangkitan nasional. Ternyata teman saya tidak terlalu tahu betul mengenai sejarah adanya Budi Utomo. Sangat disayangkan memang. Masih banyak orang-orang yang dahulunya sempat mempelajari mengenai sejarah namun ketika sudah bertambah dewasa semuanya menjadi lupa, termasuk saya. Oleh karena itu, saya akan mengulas sedikit mengenai Budi Utomo untuk flashback kembali ke masa lalu tentang sejarah.

Throwback : Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional

Berbekal pelajaran Sejarah ketika masa menjadi siswa dulu, sejenak saya dapat me-review kembali mengenai sejarah kebangkitan nasional.

Kebangkitan nasional berawal dari lahirnya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang sekaligus menjadi tonggak munculnya semangat nasionalisme untuk melepaskan bangsa Indonesia dari penjajahan, demi satu kata yang menyimbolkan keinginan seluruh rakyat, merdeka. Merdeka adalah bebas dari belenggu penjajahan yang sudah sekian lama menjerat bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, tekanan demi tekanan yang terus dilancarkan pihak Belanda dan Jepang kepada rakyat Indonesia semakin tidak dapat ditoleransi lagi. Bahkan mereka berniat untuk memecahbelah. Siapa yang ingin terus berada di kondisi tersebut? Saya rasa siapapun tidak ingin ditekan ataupun dikekang. Kita perlu bebas, karena ini tanah kita.

Adapun tokoh yang memprakarsai berdirinya Budi Utomo adalah Dr. Sutomo sebagai ketua bersama beberapa pelajar yang berasal dari STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen). Namun Dr. Wahidin Sudirohusodo-lah yang menjadi orang dibalik layar memberikan dukungan penuh dan inspirasi atas lahirnya organisasi tersebut.

Budi Utomo dengan beberapa sekolah yang didirikannya mengajarkan rasa nasionalisme yang begitu tinggi kepada siswa-siswa sehingga dari situlah permulaan adanya pergerakan nasionalisme. Selain itu, konggres pertama yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1908 di Yogyakarta berhasil menetapkan tujuan organisasi ini, yaitu memajukan bangsa dan negara dalam bedang pendidikan, kebudayaan, teknik dan industri, pertanian dan peternakan serta perdagangan. Tidak hanya itu, Budi Utomo juga mempunyai cita-cita untuk melepaskan bangsa Indonesia dari pihak penjajah yang mana hal itu adalah tujuan bersama dari seluruh rakyat. Secara tidak langsung Budi Utomo telah membangkitkan gelora semua rakyat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI. Maka keberhasilan Budi Utomo dalam membawa aura pergerakan nasional tersebut menjadi latar belakang lahirnya kebangkitan nasional dimana pemerintah menetapkan tanggal lahirnya Budi Utomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Memaknai Hari Kebangkitan Nasional

Bagaimana harusnya kita memaknai Hari Kebangkitan Nasional?

Kembali ke perbincangan saya dengan teman terdekat di awal tadi. Dari sana sudah mulai terlihat titik-titik kekurangan. Nilai-nilai yang ada di peringatan Hari Kebangkitan Nasional sudah mulai luntur di kalangan generasi muda Indonesia dengan ketidaktahuan tentang makna sebenarnya dari kebangkitan. Bagaimana mungkin sejarah bangsa sendiri dapat terlupa padahal setiap tahunnya di tanggal-tanggal tertentu sudah ditetapkan sebuah peringatan mengenang sejarah. Maka peringatan Hari Kebangkitan Nasional haruslah dijadikan suatu momen untuk me-review kembali sejarah terdahulu dan terus memperjuangkan nilai-nilai yang ada padanya.

Makna kebangkitan nasional yang berarti bangkit dari kemiskinan, kebodohan, dan keterpurukan serta penjajahan terlihat belum seutuhnya tercapai hingga sekarang. Kenapa? Kita dapat melihat bahwa masih banyaknya rakyat tinggal di rumah yang tidak layak dan kekurangan kebutuhan pokok, yang berarti mencerminkan bahwa kemiskinan masih menjamur. Masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena biaya, bahkan rela membuang jauh keinginan bersekolahnya dengan bekerja demi melanjutkan hidup keluarga, yang berarti bahwa kebodohan masih belum berakhir. Ribuan pengangguran masih berlalu-lalang mencari pekerjaan, ini berarti bahwa keterpurukan perkembangan ekonomi bangsa masih sangat lamban untuk berkembang. Dan yang terakhir, apakah bangsa ini sudah benar-benar lepas dari ‘penjajahan’? Sepertinya belum, karena pihak-pihak asing masih jelas mendominasi wilayah Indonesia dalam dunia perdagangan alias menjadi mayoritas dengan produk-produk dan jasa yang ditawarkannya. Akibatnya produk orisinil khas budaya Indonesia menjadi lamban untuk berkembang.

Sebagai contoh, beberapa hari sebelumnya saya sempat mengunjungi sebuah pabrik bahan mentah pembuatan ban yaitu pabrik karet. Bahan mentah karet yang dipasok dari berbagai daerah ini nantinya setelah diolah akan dikemas sedemikian untuk dikirimkan ke luar negeri sebagai bahan dasar pembuatan ban ternama merek luar negeri. Setelah diproses lagi di luar negeri sana, barulah ban yang mereka produksi dijual kembali salah satunya kepada negara pengekspor bahan mentahnya, Indonesia. Dan tentunya rakyat menikmati produk bermerek luar negeri dengan harga yang selangit itu. Sangat disayangkan bukan? Mengapa tidak kita saja yang mengolah dan memproduksi? Mengapa tidak kita manfaat semaksimal mungkin dan mengembangkan potensi yang begitu kaya di Indonesia? Jawabannya adalah bangsa Indonesia belum benar-benar bangkit maju seutuhnya.

Pembahasan tadi mungkin bisa dijadikan sebagai sebuah refleksi menyangkut sudah seberapa jauhkah Indonesia atau bisa disebut generasi penerusnya dalam melanjutkan gelora perjuangan pergerakan untuk memajukan Indonesia seperti yang telah dilakukan para pahlawan bangsa ini. Masalah demi masalah mungkin saja akan semakin banyak menghadang seiring berjalannya zaman. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai generasi muda untuk tetap dan akan selamanya memperjuangkan cita-cita bangsa, kemerdekaan dan kemajuan yang hakiki.  Tidak sampai disitu, nilai-nilai dari adanya momen Hari Kebangkitan Nasional harus diwariskan kepada generasi sesudah kita sampai bumi pertiwi ini lenyap. Terus kobarkan gelora pergerakanmu, wahai pemuda! Bangkitlah Indonesia!

Dan seperti Soekarno yang mengatakan, “berikan aku 10 pemuda dan akan ku goncangkan dunia ini“

Pemuda-pemudi Indonesia adalah sangat luar biasa, maka berikanlah apa yang bisa kita berikan kepada bangsa ini, bukan saja apa yang bisa kita dapatkan,bangkitlah pemuda, untuk Indonesia jaya!


Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-106 (dok-pribadi)
Oh ya sebagai info, postingan ini juga saya ikut sertakan dalam lomba Pekan Informasi Nasional 2014 yang diadakan oleh pemerintah Sumatera Barat. Berikut ini adalah gambaran umum dari kegiatan Pekan Informasi Nasional 2014 :


Kegiatan Pekan Informasi Nasional (PIN) tahun ini diselenggarakan di Provinsi Sumatera Barat. PIN 2014 ini adalah yang ke-6 kalinya digelar. Adapun tujuan dari adanya kegiatan PIN 2014 ini adalah untuk  meningkatkan pengetahuan, apresiasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pihak-pihak yang akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Informasi Nasional ini adalah instansi pemerintah, komunitas, lembaga swasta, LSM serta masyarakat umum sebagai peserta dalam memeriahkan acara ini. kegiatan yang akan diselenggarrakan nantinya adalah berupa festival pertunjukan rakyat, pergelaran media tradisional, sarasehan, pertunra dan KIM, aplikasi teknologi informasi (lomba blogger & animasi), bidang pameran teknologi informasi, postel dan penyiaran, bidang parade budaya nusantaradan marching band dan masih banyak kegiatan menarik lainnya. Kegiatan-kegiatan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan antusiasme warga terhadap PIN, menambah pengetahuan generasi muda akan dunia ICT serta menambah kepedulian masyarakat akan potensi sosial budaya yang mereka miliki. (Sumber : Pekan Informasi Nasional 2014 )
Silahkan kunjungi juga link berikut untuk info lebih lanjut : Pekan Informasi Nasional 2014 
Semoga postingan ini bermanfaat :)

  • Share:

You Might Also Like

0 silakan tinggalkan komentar ya reader :)