[Labuan Bajo] Sebuah Trip “Melarikan Diri”, di akhir tahun 2017

By Soniaaa - 6/09/2020 05:49:00 PM

-story by @dwikoala-

Tahun 2017 adalah tahun yang cukup berat menurut saya. Bahwasanya sepanjang tahun itu saya tidak liburan sama sekali, pun terjebak dalam relationship yang tidak sehat. Oleh sebab itu, di akhir tahun 2017 saya memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman. Paling tidak saya ingin mencoba hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Salah satunya adalah ikut open trip.

30 Desember 2017

Escape trip ini mengharuskan saya naik pesawat lebih dari 1 jam 30 menit sendirian, which is ini adalah salah satu hal yang saya takutkan juga. Akhirnya pada tanggal 30 Dec 2017 jam 10.10 saya naik pesawat Batik yang kebetulan baru membuka rute CGK – LBJ direct dengan waktu terbang 2 jam 30 menit. Pukul 13.40, ada perbedaan 1 jam lebih cepat dari Jakarta, saya tiba di Bandara Labuan Bajo (Komodo). Bandara baru yang cukup modern tapi tidak terlalu besar.

Saat menikmati penerbangan, saya bertemu dengan salah satu peserta trip yang sama. Oh ya waktu itu saya memakai trip Lyla Adventure. Setelah sampai di Lombok, saya baru tau kalo provider yang baru masuk hanya T-sel dan kebetulan saya memakai provider yang berbeda jadinya saya harus membeli nomor baru T-sel untuk mempermudah berkomunikasi selama trip.

Setelah saya membeli nomor baru, saya dan temen baru bernama Anna berangkat menuju meeting point di salah satu tempat bandara. Ternyata di sana sudah ada dua orang lainnya yang ikut trip bareng, namanya Hadi dan Cita. Setelah semua peserta trip berkumpul sebanyak 12 orang, kami pun diantar ke penginapan oleh pihak open trip. Akhirnya bisa menikmati makan malam di Labuan Bajo. Kami pun beristirahat dulu di penginapan sebelum besok paginya akan melakukan sailing trip.

31 Desember 2017

Tepat pada jam 08.00 pagi waktu setempat, setelah sarapan kami menuju dermaga untuk melakukan sailing trip. And the adventure is beginning. Kapalnya lumayan besar. Di lantai bawah ada dua kamar yang lengkap dengan kasur, AC, kipas angin dan ada pintunya juga, ada kamar mandi yang bersih, dapur dan ruang makan. Kondisi di lantai atas hanya diisi bean bag. Kami bisa menikmati pemandangan laut dari lantai atas kapal ini. Kami pun dimanjakan oleh pemandangan hamparan laut biru yang luas dan beberapa bukit.

Kemudian kami sampai di Pulau Rinca atau biasa disebut dengan Bukit Pemanasan karena bukit ini tidak terlalu tinggi tapi sedikit terjal dengan kemiringan 90 derajat.  Dari atas bukit ini terlihat pasir putih, air laut yang biru dan bukit yang hijau. Pengunjung diizinkan untuk berenang menikmati dinginnya air laut pada saat matahari sedang terik-teriknya.

Ini adalah orang-orang single kecuali dua orang yang paling kanan yang memutuskan untuk menikmati pergantian tahun dengan orang asing. 

Setelah puas berenang dan foto-foto di Pulau Rinca, kami pun menuju spot kedua yaitu Loh Buaya Pulau Rinca. Di sini kami bisa melihat habitat komodo, hamparan daratan hijau dan banyak spot foto yang instagramable pastinya.

Ini adalah pintu masuk di Loh Buaya Pulau Rinca:

Ini adalah rumah penduduk di sekitar Loh Buaya Pulau Rinca dan komodo tinggal di bawah rumah mereka


Ini adalah foto complete peserta trip Lyla Adventure bersama komodo

Dan ini adalah beberapa foto pemandangan di Loh Buaya Pulau Rinca


Puas menikmati pemandangan di Loh Buaya Pulau Rinca atau Taman Nasional Komodo, kami beranjak ke Pulau Kalong untuk menikmati matahari terbenam dan melihat habibat Kalong yang keluar dari sarangnya. Di tengah perjalanan saya melihat pelangi

Dan ini adalah foto sunset di Pulau Kalong dan melihat kalong keluar dari sarangnya

Setelah itu kami pun beristirahat. Namun berhubung ini adalah malam tahun baru jadi kami memutuskan untuk merayakannya bersama dengan bakar jagung dan kembang api. Ini adalah beberapa foto perayaan malam tahun baru kami di tengah laut Labuan Bajo.

01 Jan 2018

Kami dibangunkan pada jam 5 pagi untuk kemudian melanjutkan trip ke pulau yang paling iconic di Labuan Bajo which is Pulau Padar. Tapi sebelum melihat keindahan Pulau Padar saya punya foto sunrise yang saya ambil dari atas kapal.

Kenapa harus pagi-pagi ya untuk naik ke Pulau Padar? Karena bukitnya lumayan tinggi dan kalo sudah jam 9 pagi akan panas sekali. Jadi panitia menyarankan kami untuk naik dari jam 6 pagi biar bisa lebih puas dan lebih lama menikmati pemandangan di atas Pulau Padar.

Butuh waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam untuk trecking. Di atas sini akan terlihat hamparan laut yang terbelah tiga oleh daratan berwarna hijau kalo sedang musim hujan. Sedangkan akan berwarna kuning jika musim kemarau datang. Kata pertama yang saya ucapkan setelah setelah sampai di atas bukit adalah MashaAllah”. Sesaat saya pun terdiam mengagumi pemandangan yang selama ini hanya bisa saya lihat dari social media. Ternyata saat itu saya bisa melihatnya langsung.

Segera kami lanjutkan trip ke Pink Beach untuk menikmati indahnya pantai yang gradasi warna pasirnya adalah pink jika di lihat dari atas. Namun karena kami tidak membawa drone jadi tidak bisa mengambil foto dari jauh. Ohya di tempat ini juga banyak spot foto yang instagramable serta di pantai ini kita bisa berenang dengan bebas.

Setelah selesai berenang dan puas mengambil foto di Pink Beach, kami pun menuju ke Gili Laba. Gili Laba memiliki beberapa bukit, di salah satu bukit pengunjung dapat melihat sunset sedangkan di bukit sisi lainnya muncul sunrise. Nah, kapal kami pun akan menginap di dekat Gili Laba.

02 Jan 2018

 Kami bangun pagi lagi untuk melihat sunrise di Gili Laba sebelum nantinya akan ke Manta Point untuk snorkeling bersama. Lokasi terakhir nantinya adalah Pantai Kanawa. Ini adalah foto sunset di Gili Laba:


Setelah puas menikmati sunrise dan pemandangan bukit, kami pun pergi ke Manta Point untuk berenang. Manta ini adalah jenis pari. Tapi berhubung saya tidak jago berenang jadinya saya tidak mempunyai foto berenang bersama Manta. Kemudian kami menuju ke Pantai Kanawa. Disini lah kami bisa snorkeling sambil menikmati pasir putih dan air laut yang bening yang di kelilingi bukit.



Berakhir di Pantai Kanawa, trip ini pun selesai. Kami semua diantar kembali ke dermaga untuk kemudian berpisah. Sayang sekali saya kehilangan foto-foto pada saat di dermaga sebelum semua member trip berpisah. Di hari terakhir trip saya tidak langsung pulang ke Jakarta. Karena saya takut ketinggalan pesawat setelah selesai dari trip, jadinya saya memutuskan untuk tinggal 1 malam lagi di Labuan Bajo.

 Saya menginap di LE PIRATE yang letaknya tidak jauh dari dermaga, hanya cukup jalan kaki saja beberapa meter. Sayang sekali saya tidak mendapatkan kamar dengan view yang menghadap ke laut. Namun menurut saya hotel ini tetap worth it untuk dikunjungi. Soal harga tidak terlalu mahal, pelayanannya ramah dan lokasi bersih.

Berikut ini adalah beberapa foto yang saya ambil di LE PIRATE. Tidak terlalu banyak foto karena karena saya sudah terlalu lelah tidur dua malam di kapal. Jadinya saya hanya istirahat dan akhirnya bertemu kasur yang mana tidak ada kasur selama di kapal.


03 Jan 2018

Trip “melarikan diri” ini pun selesai.  Waktunya untuk kembali ke dunia nyata. Dari trip ini saya banyak belajar hal baru tentang melawan rasa takut yang ada dalam diri saya sendiri. Ternyata banyak hal menarik di luar sana yang masih harus  di-explore. Dan Labuan Bajo, adalah salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi. Kalian pasti tidak akan menyesal jika ikut trip ke Labuan Bajo. Next time saya pasti akan kembali lagi ke sini dengan peralatan foto yang lebih lengkap dan sudah harus berani berenang dengan Manta juga pastinya.

See you in another trip!!!

- Koala The adventure - 

  • Share:

You Might Also Like

0 silakan tinggalkan komentar ya reader :)