Camping Ceria di Rancaupas

By Soniaaa - 5/25/2020 05:13:00 PM


Akhir tahun 2018 saya dan beberapa teman kuliah yang merantau di Jabodetabek menghabiskan liburan dengan camping ceria di Rancaupas. Lokasi ini adalah rekomendasi dari saya sendiri karena hasil testimoni saat event camping ceria komunitas petualang di kantor. Oleh karenanya, hampir semua itinerary saya yang handle, untuk action nya tentu dibantu oleh teman lain.

Kami kumpul dulu di kost saya, Karawang. Menurut planning kami akan ngeteng kendaraan umum dari sini. Saat itu tim yang paling akhir yang sampai di kost saya adalah jam 11 malam. Tim ini ketinggalan kereta lokal Jakarta-Cikampek, jadinya mereka ngeteng lagi pakai bus elf yang langsung berhenti di Karawang Barat. Geng laki-laki saya pinjamkan satu kamar milik tetangga yang sedang ditinggal mudik. Geng perempuan  nginap di kamar saya.

Menjelang tengah hari kami akhirnya mendapatkan bus ekonomi Primajasa Cikarang-Bandung yang kami tunggu di perbatasan Cikarang-Karawang. Bus penuh dengan penumpang dikarenakan sudah masuk musim liburan akhir tahun. Tak mengapa berdesak-desakan agak dua setengah jam-an, yang penting konsep liburan low budget nya bisa terpenuhi.

Sampailah kami di Terminal Leuwi Panjang dan buru-buru mencari rumah makan Padang. Tak lama seorang teman lagi yang sudah stay di Bandung tiba di tempat kami makan siang. selanjutnya kami mencater sebuah angkot untuk langsung sampai di gerbang Rancaupas. Biaya nya sebesar 25rb per kepala. Ini alternatif transportasi yang lumayan murah dibandingkan dengan ngeteng nyambung antar angkot.

Hujan kecil menyambut kedatangan kami di gerbang registrasi. Kami berjumlah sepuluh orang dengan tenda 3 unit. Kami berjalan terus ke dalam kawasan camping Rancaupas mencari lokasi nenda yang sesuai. Meski becek-becek semangat tidak boleh kendur, kami dirikan lah tenda berhubung sudah semakin gelap. Malam itu kami tidur di tenda yang lembab diguyur hujan.

Kami tertidur pulas karena sudah keletihan. Di hari kedua pun, hujan masih mengguyur Rancaupas. Sesekali mereda kemudian turun hujan kembali. Saat hujan mereda, kami curi waktu sedikit untuk pergi mengunjungi Kawah Putih. Beberapa teman saya ada yang belum pernah kesana. Sedangkan saya sudah kali ke-3 berkunjung ke Kawah Putih. Jadi status saya adalah guide kali ini.



Kawah Putih saat dulu dengan yang sekarang tidak terlalu jauh berbeda, hanya saja saat ini sudah ada spot jembatan yang dibangun sedemikian rupa untuk pengunjung yang ingin berfoto dan menikmati kawah bagian agak ke tengah. Lainnya sejauh mata memandang masih sama dengan pemandangan khas Kawah Putih. Kabut di Kawah Putih semakin menebal berhubung juga sudah mulai menuju senja. Yap, kebetulan hujan reda saat setelah asar, makanya kami baru bisa berangkat satu jam sebelum jam tutupnya.

Kami kembali ke tenda. Tanah di area camp semakin becek, membuat kami semakin bermalas-malas ria. Mager. Mager jalan, mager masak-masak. Ohiya stok logistik kami ternyata menipis. Sayur-sayur basah, makanan lain juga. Jadinya kami keluar duit lagi untuk jajan di warung yang ada di sekitar area Rancaupas.


Malamnya adalah malam tahun baru. Biar rame dan tidak terlalu mager, kayu bakar cukup menghangatkan kami yang berkaraoke ria di tengah suhu dingin. Jadi nya event ini begitu berkesan. Ternyata pihak pengelola Rancaupas juga sudah menyiapkan kembang api yang di nyalakan disekeliling area camp. Waah, begini rupanya bermalam tahun baruan di Rancaupas. Bagi pembaca camping ceria di Rancaupas sangat cocok untuk disambangi saat liburan akhir tahuan. Catatannya, persiapkan lah logistik dan perlengkapan camping yang memadai karena memang akhir tahun biasanya musim hujan.

Terima kasih teman-teman yang bergabung di Camping Ceria yah.

Sampai bertemu kembali di Camping Ceria berikutnya....

  • Share:

You Might Also Like

0 silakan tinggalkan komentar ya reader :)